Laman

Tampilkan postingan dengan label waktu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label waktu. Tampilkan semua postingan

ketahuilah harga sebuah waktu !


Untuk mengetahui nilai satu tahun,
Tanyakan seorang siswa yang gagal
dalam ujian kenaikannya.
Untuk mengetahui nilai Satu Bulan,
Tanyakan seorang ibu yang melahirkan
bayi prematur.
Untuk mengetahui nilai Satu Minggu,
Tanyakan seorang editor majalah mingguan.
Untuk mengetahui nilai Satu Hari,
Tanyakan seorang seorang buruh harian yang punya
enam anak untuk diberi makan.
Untuk mengetahui nilai Satu Jam,
Tanyakan seorang kekasih yang sedang menantikan
waktu bertemu.
Untuk mengetahui nilai Satu Menit,
Tanyakan seorang yang ketinggalan kereta.
Untuk mengetahui nilai Satu Detik,
Tanyakan seorang yang selamat dari kecelakaan.
Untuk mengetahui nilai Satu Milidetik,
Tanyakan seorang yang memenangkan
medali di Olimpiade.



adzan terompet lonceng

Dulu, saat futtuh mekah, dan Ka’bah telah dibersihkan dari berhala” kaum musyrikin Quraisy, maka Rosul beserta para sahabatnya berdiskusi bagaimana caranya memanggil uma muslim agar datang dan shalat berjamaah.
Salah seorang sahabat berpendapat “bagaimana kalau kita menggunakan lonceng? Setiap panggilan shalat, tinggal kita bunyikan lonceng itu, hingga seuruh mekkah mendengarnya..”
“tidak! Lonceng adalh panggilan yang dipakai oleh umat kristaini..”
“bagaimana dengan terompet?”
“sebaiknya jangan, aku pernah mendengat kaum yahudi menggunakannya saat idaha mereka.”
Akhirnya ditemukanlah  cara yang terbaik,  apakah itu?
Inilah saat pertama kalinya dikumandangkan adzan, dengan merdu bilal mengumandngkannya..

Kenapa tiap tahun baru, orang” terutama di Indonesia selalu membunyikan terompet?
Wallahu’alam..

dari dalam ke luar

ketika aku masih kecil dan bebas,
dan imajinasiku tidak ada batasnya,
aku memimpikan untuk mengubah dunia ,

ketika aku semakin besar dan semakin bijaksana,
aku sadar bahwa dunia tak mungkin diubah,
dan aku putuskan untuk mengurangi impianku sedikit
dan hanya mengubah negaraku.
tetapi itu pun tampakna tidak mungkin.

ketika aku memasuki usia senja,
dalam suatu upaya terakhir,
aku berusaha mengubah begaraku sendiri, tetapi sayang..
mereka tidak menggubrisku,

dan sekarang menjelang ajal,
aku sadar (mungkin untuk pertama kalinya)
bahwa kalau saja aku mengubah diriku dulu,
lalu dengan tekadan mungkin aku bisa mempengaruhi keluargaku
dan dengan dorongan serta dukungan mereka mungkin aku bisa
membuat negaraku menjadi lebih baik, dan siapa tahu,
mungkin....
aku bisa mengubah dunia!