Laman

Tampilkan postingan dengan label rahasia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rahasia. Tampilkan semua postingan

Menjadi pribadi yang disenangi


Ada motif saya menulis post ini, ya karena ada teman saya yang tiba-tiba bertanaya kenapa bisa ketika dia melihat temannya yang baru saja dating ke sebuah perkumpulan orang, kemudian dia mendapatkan sambutan yang sangat ramai dari orang-orang itu, diteriaki, disalami, dan diajak ngobrol dengan antusias, tapi kenapa ketiak dia teman saya itu dating di kumpulan yang sama pada waktu yang relative dekat dengan orang yang tadi, tapi tidak ada sama sekali kesaan respon orang-orang disana?
Teman saya itu bertanya bagaimana itu bisa terjadi? Padahal menurutnya orang yang akan mendapatkan respon seperti itu adalah orang penting pemegang jabatan atau kekuasaan dikelompok tersebut, tapi justru tidak pada dirinya, padahal beberapa waktu yang lalu diapun memegan g jabatan yang cukup penting, tapi kenapa dia tidak mendapatkan efek seperti temannya yang lain? Pertanyaan teman saya kurang lebih seperti itu.
Saya sempat berpikir, mungkin itu memang karena tipe orang berbeda-beda. Jadi bisa jadi pasti responnya ke tiap orang pun beda. Tapi menurut saya, sebenarnya kita bisa aja dapetin respon yang baik dari sekitar, kalo memang respon kita pun baik untuk sekitar. Jadi kita ngasih dulu yang baik, baru dari luar pun bakal ngasih kurang lebih seperti yang kita kasih.
Mungkin kita kurang familiar untuk disapa orang, dalam pikiran kita sebenarnya ingin mendapatkan respon yang luar bisa dari orang lain, tapi yang keluar adalah raut muka mennggu, raut muka yang sebenarnya akan terlihat menjutekkan, karena seolah kita hanya menuggu untuk disapa, tanpa kita berpikir untuk menyapa dulu, jadi kenapa ada orang yang ramai sekali responnya ketika dia dating? Karena dia memang selalu memberikan respon yang luar biasa pada mereka. Jadi ada unsure timbale balik sebenarnya.
Maka, kuasailah dulu pikiran kita sendiri, hati kita sendiri, raut wajaha kita sendiri. Karena yang satu-satunya terlihat olah kasat mata adalah wajah. Wajah menggambarkan isi hati dan pikiran orang.
Cobalah untuk menjadikan diri lebih menarik dihadapan orang. Bukan berarti mekankan fisik, tapi buatlah diri kita menarik bisa dari ucapan kita, bahan obrolan mungkin, atau topic yang menarik dan sedang hangat dibicarakan, atau sesuatu yang membuat orang tertarik. Maka denga begitu kita akan mengeluarkan aura ceria pada mereka, dan merekapn akan membalas dengan hal yang sama.
Itulah yang saya lakukan dan saya rasakan.
Ya, untuk kamu yang bertanya, semoga ini bisa menjawab.

Jatuh cinta


Barusan banget, saya tiba” mikir, knp ya namanya jatuh? Kenapa harus jatuh dulu kalo mau cinta.
Iya kan? Dipikir”, yang namanya jatuh, kebanyakan keadaannya ga sengaja, dan ga diinginkan sama orang yang punya barang itu. Setiap yang jatuh pasti ke bawah, karena ada gaya gravitasi yang selalu menariknya. Nah.. berarti..

Jatuh cinta? Gimana? Ya mungkin kurang lebih kaya gitu, orang bisa jatuh cinta, karena memang awalnya ga disengaja dan bisa jadi ga diinginkan sama orang itu, trus jatuh kemana? Emang apa yang jatuh? Adalah kepingan hati yang jatuh ke hati lain,
Ya kurang lebih gitu deh, jatuh cinta sering membuat orang lupa. melupakan lawan jenis lain selain dia, dan lupa bahwa masih banyak orang lain selain dia. Tapi itulah, ibarat jatuh ke lubang tanah, dia masuk ke dalam lubang, dan hanya bisa melihat cahaya yang ada diatasnya, dan gelap di samping”nya. 
Saat jatuh cinta kita hanya melihat terang sosok dia dan gelap pada orang-orang di sampingnya. 

Rahasia dibalik penyakit Abdullah bin ali al-ju’aitsan


Ketahuilah bahwa sesungghnya penyakit dan seluruh hal yang tidak ikehendaki keberadaannya bahkan ga segala sesuatu yang dicintai dan mendatangkan kegembiraan, merupakan sunnah Rabbaniyang sarat deng hikmah dari Allahsebagai ujian dan cobaan (QS 21:35)
Faedah :
1.       Mengetahui hamba-hambanya yang sabar disaat sempit
Sabda Rasul “sesungguhnya ajaib seorang mu’min itu, seuruh keadaan yang menimpa dirinya ianggap ebuah kebaikan bagi dirinya. Hal itu tidak akan dapat ditemui pada siapapun kecuali pada seorang mu’min. Jika ia mendapatkan kesenangan maka ia bersyukur. Sehingga kesenangan itupun menjadi kebaikan bagi dirinya. Jika ia mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Shingga kesusahan itupun menjadi kebaikan bagi dirinya (H.R. Muslim) Q.S. 2:155-157, Q.S. 2:214, Q.S. 3:186.
Abdul malik ibnu absor ra. Berkata “ semua orang akan diuji dengan kesehatan untuk mengetahui sejauh mana rasa syukurnya dan diuji pula dengan musibah untuk mengetahui sejauh mana kesabarannya”
2.       Menghapus segala dosa dan keburukan
Mungkin si kehadiran penyakit merupakan akibat dari perbuatan disa seorang hamba Q.S. 42:30
Dari Anas ra. Ia berkata bahwasanya Rasulullah pernah bersabda, “jika Allah menginginkan kebaikan bagi seorang hamba, maka Allah akan mempercepat hukuman bagi dirinya di dunia ini. Dan jika Allah menginginkan keburukan bagi seorang hamba, maka Allah akan menangguhkan hukuman dari segala dosa-dosanya hingga ia akan mendapatkan balasannya pada hari kiamat nanti” (H.R. Tirmidzi)
Dari Ibnu Mas’ud r.a. ia berkata bahwasanya  Rasulullah bersabda “tidaklah seorang muslim tertimpa suatu bencana berupa penyakit dan yang lainnya melainkan dengannya Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana  pohon yang menggugurkan daunnya” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Dari Ummu Alai r.a. ia berkata, Rasulullah pernah menjenguk ketika aku sedang sakit, beliau bersabda, “ beritahukanlah kabar gembira wahai Ummu Alai, sesungguhnya Allah akan menghapus kesalahan seorang muslim dengan penyakit yang menimpa dirinya, sebagaimana api dapat menghilangkan karat pada emas dan perak.
Dari Said bin Abi Waqash, ia berkata Rasulullah pernah bersabda, “ujian itu akan senantiasa menimpa seorang hamba hingga ia ditinggalkan berjalan diatas bumi ini tanpa membawa beban dosa (H.R. Tirmidzi)
Qais bin Inad r.a. berkata “waktu (yang dilalui) dengan penyakit akan menghapus waktu (yang dilalui) dengan berbagai kesalahan.”
3.       Dicatat sebagai kebaikan dan diangkat derajatnya
Dari Abu said r.a. bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “rasa pusing yang dirasakan oleh seorang mu’min /kecemasan yang membuatnya cemas/sesuatu yang membuatnya merasa sakit, akan Allah angkat derajatnya satu derajat dengan hal itu pada hari kiamat nanti dan dengannya terhapuslah dosa-dosanya (H.R. Ibnu Abi )
4.       Penyebab masuk Surga
sabda Rasul, “surga itu dikelilingi (dipenuhi) pleh berbagai hal yang dibenci, dan itu dikelilingi pleh berbagai syahwat (hawa nafsu)”
5.       Menyelamatkan seseorang dari siksa neraka
Dari Aisyah r.a. bahwasanya nabi SAW pernah bersabda, “demam itu adalah sebuah keberuntungan bagi seorang mu’min agar terhindar dari api neraka (H.R. al-Bazzar)
6.       Mengingatkan anda atas ni’mat yangt telah lalu dan yang akan datang
Betapa banyak ni’mat yang tersembunyi di dalam kesusahan menjadi hilang karena tidak disyukuri.